Proses Terbentuknya Pelangi

Proses Terbentuknya Pelangi

Proses Terbentuknya Pelangi – Pernahkah kalian melihat pelangi ketika hujan telah reda? Tahukah kalian bagaimana pelagi itu terbentuk? Pelangi adalah lengkungan cahaya berwarna-warni yang biasa muncul ketika hujan telah reda. Tapi apakah mungkin pelangi hanya muncul ketika habis hujan saja? Tentu tidak fergusso, karena ada beberapa faktor yang harus ada suupaya muncuk pelangi setelah turun hujan. Faktor pertama adalah posisi matahari sendiri harus tepat berada pada garis horizontal. Selain itu cahaya matahari sendiri tidak boleh terhalangi oleh awan. Kemudian, posisi matahari juga harus lebih rendah daripada siang hari ketika tengah terik.

Jika sudah berada pada posisi yang sama dengan, maka matahari tersebut perlu berada di sudut 40 derajat supaya pelangi itu sendiri bisa tampak berada di tempat kita berdiri. Hal ini perlu kamu ingat juga, karena munculnya pelangi itu sendiri selalu di sisi langit Judi Slot Online yang berlawanan dengan matahari ketia dia bersinar. Ini dikarenakan ketika melihat pelangi itu sendiri, posisi matahari  berada di belakang. Karena itulah, udara dalam sisi langit yang berlawanan denganmu harus mengandung banyak bulir air. Misalnya saja ketika habis turun hujan. Pelangi sendiri memang tidak hanya terjadi setelah hujan saja. Misalnya saja, jika terdapat percikan air di udara dan di air terjun atau di pantai dekat tebing. Jika semua terpenuhi, maka kamu bisa melihat pelangi yang indah nantinya.

Selain itu pelangi bisa terjadi karena adanya proses pembiasan. Matahari sendiri akan membiaskan sinarnya pada tetesan air lalu menghasilkan warna-warna indah sehingga terbentuklah pelangi. Ketika proses pembiasan itu terjadi, cahaya tersebut akan berbelok dari satu medium udara ke medium air. Setiap warna pelangi akan dibelokkan dalam sudut yang berbeda-beda sehingga akan memantulkan warna yang menakjubkan yang disebut dengan pelangi. Warna pertama yang akan dibelokkan adalah warna ungu, sementara warna terakhir yang dibelokkan adalah warna merah.

Pada akhirnya, pelangi akan menampakkan warna yang mengagumkan, yaitu mejikuhibiniu atau merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Seperti yang sudah diketaui, pelangi sendiri memang paling sering tampak ketika sinar matahari jatuh pada tetesan hujan. Biasanya peristiwa ini terjadi ketika pagi atau menjelang sore hari. Ketika matahari sudah terlalu jauh berada di atas cakrawala dan tidak adanya halangan yang mempengaruhi pembiasan terjadi.